Apakah Coaching?

Sebagai disiplin baru, coaching masih banyak mengalami kesimpangsiuran, baik secara definisi maupun metodologi. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah istilah coaching yang berasal dari dunia olahraga, yang mana sebenarnya lebih cocok disebut sebagai mentoring.

Untuk memahami coaching, kita bisa mengutip beberapa definisi yang dikenal luas. Berikut definisi dari International Coach Federation (ICF) : “Suatu kemitraan bersama Klien untuk menginspirasi Klien dalam memaksimalkan potensi Pribadi maupun Profesional yang dimilikinya, melalui proses menstimulasi pikiran dan proses kreatif.”

Apakah-coachingPerkembangan coaching dipengaruhi oleh beragam disiplin lain sehingga melahirkan konsep yang lebih baik. Semisal, dulunya coaching dipahami untuk berfokus pada problem solving (problem focus), namun kini coaching lebih dilihat sebagai berfokus pada solusi (solution focus).

Suatu hubungan kolaborasi, yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan proses yang sistematis dimana seorang coach memfasilitasi peningkatan prestasi kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri dan pertumbuhan pribadi dari subjek” (Association for Coaching, 2005).

Jadi coaching adalah kemitraan kolaboratif antara Coach dan individu, dimana Coach membantu klien untuk memungkinkan, melalui proses penemuan, penetapan tujuan dan tindakan tertentu. Hal ini untuk mewujudkan hasil yang luar biasa. Hal ini didasarkan pada pengetahuan, teknologi, dan gaya terkait fokus yang pada pengembangan kapasitas manusia.

Coaching adalah untuk orang-orang yang ingin melihat perbaikan dan perubahan yang bermanfaat dalam kehidupan mereka. Daripada penyembuhan dari masa lalu, Coaching lebih melihat ke depan dan mengajukan pertanyaan, “Bagaimana kita bisa meningkatkan gaya hidup Anda dan memenuhi tujuan Anda?”

Coaching berbeda dengan Training, Consulting, Counseling, Mentoring, Friendship maupun Therapy. Masing-masing memiliki suatu proses dan tujuan yang berbeda-beda. Terkadang, proses coaching memang digabungkan dengan counseling maupun mentoring, namun praktisi harus secara jelas menunjukkan kepada Klien bentuk hubungan apa yang sedang terjadi antara Praktisi dengan Kliennya.